Penjelasan Ketua STAIN Parepare, Atas Tudingan Merendahkan Status Sosial Orangtua Mahasiswa

Senin, 23 Oktober 2017 dan Kamis, 26 Oktober 2017 Mahasiswa STAIN Parepare yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa melakukan Aksi Solidaritas yang menuntut Ketua STAIN Parepare turun dari jabatannya yang menganggap bahwa tindakan Ketua STAIN Parepare yang merendahkan status Sosial orangtua mahasiswa itu dianggap salah.


Ketua STAIN Parepare Ahmad S Rustan angkat bicara mengenai tudingan dirinya merendahkan status sosial orangtua mahasiswa.  Ia membeberkan lebih rinci asal muasal tersebut.

“Saya bersama Tim Kode Etik mengunjungi orangtua mahasiswa yang bersangkutan, untuk bersilaturahmi langsung dan melakukan pendekatan persuasif. Di mana Sebelumnya mahasiswa ini mengeluarkan pernyataan-pernyataan kasar yang ditujukan kepada saya.  Sehingga dirasa perlu untuk menyampaikan kepada orangtuanya agar tidak mengulangi hal itu. Namun ternyata diulangi beberapa kali”.

Dia bahkan menyebutkan mengantongi bukti-bukti prilaku mahasiswa tersebut. Bukti- buktinya tersebut dipegang oleh Tim Penegak Kode Etik STAIN”. Imbuhnya.  Ahmad membenarkan bahwa orangtua mahasiswa ini menangis. Tapi bukan karena diolok-olok sebagaimana yang berkembang. Namun karena tidak menyangka dengan prilaku anaknya. Tidak masuk akal saya sengaja datang untuk mengolok-olok orangtua mahasiswa.” Tegasnya.

Setelah beberapa waktu, mahasiswa tersebut mengulangi kembali perbuatannya. Akhirnya, Tim Kode Etik memberikan 4 Sanksi : Penangguhan nilai KKN, pemutusan beasiswa bidikmisi, Pengembalian Beasiswa Bidikmisi selama Kuliah dan di Skorsing. Namun Ketua STAIN Parepare memberikan sanksi yang paling ringan yakni Penangguhan Nilai KKN dan Pemutusan Beasiswa Bidikmisi “Seharusnya langsung di skorsing. Namun kami tidak sampai hati  mengingat kondisi dan harapan orangtua mahasiswa tersebut”, tandasnya.

 

Humas STAIN Parepare

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Sistem Informasi (SISFO) Kampus

Penambahan Insentif Bagi Dosen Penasehat Akademik

4 Pilar Kebangsaan Jadi Tema Studium Generale Prodi Hukum Tata Negara